Hal-Hal Sepele tetapi Unik yang Ditemukan di Jepang (bagian 1)

Setelah sekian waktu tinggal di Jepang, saya tidak terlalu menyadari sekian banyak hal unik yang saya temui di negeri para samurai ini. Yah… mungkin karena hal-hal itu merupakan hal sepele dan setiap harinya berseliweran di depan hidung saya, jadinya ya nggak terlalu ngeh deh!

Tapi setelah direnung-renungkan ternyata hal-hal sepele itu lumayan unik juga menurut saya. Perbedaan dan keunikannya baru nampak jelas bagi saya ketika saya pulang ke Indonesia. Membandingkan hal-hal sepele yang saya temukan di Jepang itu dengan yang ada di Indonesia, yang awalnya nampak biasa saja, tetapi ternyata malah jadi kontras sekali keunikannya.

Kali ini saya coba ceritakan hal-hal yang sekilas mungkin nampak sepele itu, tetapi keberadaanya sangat unik dan mungkin dapat menjadi ciri pembeda Jepang dengan negara lain.

Yang pertama adalah tentang sampel makanan. Bagi orang yang pertama kali melihat, mungkin akan mengira bahwa makanan yang biasanya dipajang di depan etalase toko adalah makanan betulan. Bentuk dan warnanya sangat menggoda kita untuk segera memakannya. Padahal itu semua hanya sampel makanan yang terbuat dari lilin. Bentuknya sangat unik dan mirip sekali dengan makanan aslinya, bahkan justru pada beberapa sampel makanan lilin itu malah lebih bagus penampilannya daripada makanan aslinya. Saya sendiri dulu sering terkecoh lho karena mengira itu sampel makanan asli.

Kalau untuk makan malam, saya biasa membeli nasi bento (bento man) di kantin dekat apato. Alasannya, karena selain harganya relatif murah, kita juga bisa mendapatkan beberapa lauk yang dapat mencukupi kebutuhan gizi kita. Tapi sebenarnya ada alasan lain yang membuat saya selalu membeli bento man itu. Jadi di kantin itu suka memberikan sampel bento yang terbuat dari lilin pada setiap pembeli. Harga bentonya sendiri nggak terlalu mahal, hanya sekitar 310-400 yen. Tapi yang penting saya bisa mendapatkan sampel lilinnya itu. Hehehe… Lumayan juga buat koleksi.

Masih tentang sampel makanan, ada satu lagi hal unik yang berkaitan dengan itu. Hampir di seluruh toko yang menjual makanan dan memajang sampel makanan di etalasenya, ternyata menyebutkan juga kandungan kalori di setiap makanannya. Di depan sampel makanan tersebut, biasanya tertulis jumlah kalori yang terkandung dalam makanan tersebut. Setiap makanan mengandung beragam besaran kalori, bahkan yang terbesar ada yang mencapai lebih dari 1.000 kalori dalam satu makanan. Penyebutan kandungan kalori ini mungkin terlihat sepele, tetapi nyatanya dapat membantu kita dalam mengontrol asupan kalori dalam tubuh kita. Hmmm… mungkin ini kali ya alasannya kenapa kebanyakan orang Jepang itu kurus-kurus alias jarang ada yang gemuk. Mereka dapat mengatur asupan kalori mereka setiap membeli makanan. Makanya berat badannya jadi mudah terkontrol.

Hal menarik lainnya, kita bisa juga menemukan roti/kue yang kalau di Indonesia dikenal dengan Roti Unyil. Disebut Unyil mungkin karena bentuknya yang mungil dan imut, seperti tokoh Unyil dalam acara khusus anak-anak jaman dulu. Lalu apa yang unik dan membedakan dengan roti unyil di Indonesia? Kalau di Indonesia kan biasanya kita membeli roti ini dengan boks yang kadang agak merepotkan. Apalagi roti-roti kecil itu tidak dikemas di dalam plastik. Jadinya kan kurang higienis. Nah… kalau di Jepang ada juga kue sejenis itu. Di lokasi perbelanjaan Nakamise, di Tokyo, kita akan mendapati padagang yang menjual kue yang sejenis. Bedanya, kalau pedagang yang di Nakamise itu sudah menggunakan mesin dalam proses pembuatan kue-nya. Kita bisa menyaksikan langsung cara pembuatan kue yang hanya berlangsung beberapa detik saja. Selain itu, kue juga dimasukan dalam kemasan plastik yang higienis dan mudah dibuka. Kemudian baru dimasukkan ke dalam kantong sehingga mudah ditenteng.

Oke deh… mungkin segitu dulu hal-hal sepele tetapi unik yang saya ceritakan. Di bagian satu ini kan ceritanya tentang makanan semua, nanti masih ada bagian keduanya yang menceritakan hal-hal lainnya lagi lho! Coming soon okay! Hohoho….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s