Hal-Hal Sepele tetapi Unik yang Ditemukan di Jepang (bagian. 2)

Apa yang paling ingin kamu tonton ketika menyaksikan berita di TV? Pasti berita utamanya donk ya! Kemudian, dalam acara-acara berita biasanya kan suka ada bagian acara yang menampilkan info prakiraan cuaca kan? Nah… sama halnya seperti acara-acara berita di Jepang. Semuanya pasti menampilkan info prakiraan cuaca di sela-sela acara berita. Ada perilaku orang Jepang yang menarik berkaitan dengan acara info prakiraan cuaca ini. Kalau kita, orang Indonesia, umumnya pasti tidak akan terlalu mempedulikan bagian acara yang satu ini kan. Yang biasa dicari dari menonton acara berita biasanya hanya berkisar berita-berita uptodate yang sedang ramai menjadi topik pembicaraan. Tapi begitu acara berita tersebut menampilkan info prakiraan cuaca, orang Indonesia umumnya tidak terlalu antusias, bahkan terkadang memindahkan ke channel lain.

Namun, hal yang berbeda dapat kita temukan pada perilaku orang Jepang. Entah kenapa, mungkin ini hanya pengamatan saya saja, ternyata mereka sangat antusias menyimak info prakiraan cuaca setiap harinya. Rasanya seperti ada yang ketinggalan atau tidak afdhol kalau tidak menyimak info prakiraan cuaca. Orang Jepang umumnya merasa sangat perlu dengan info prakiraan cuaca yang disampaikan. Mungkin ini ada kaitannya dengan kebiasaan mereka yang suka bepergian dengan berjalan kaki atau menggunakan angkutan umum seperti kereta atau bus. Iya beneran… yang saya rasakan dan perhatikan, mereka itu sangat suka bepergian sambil jalan kaki.

Selain itu, orang Jepang suka bepergian dengan menggunakan angkutan umum bukan berarti mereka nggak punya kendaraan lho! Banyak di antara mereka yang punya mobil atau motor, tetapi ketika pergi ke kantor misalnya, mereka lebih memilih naik kereta atau bus. Sedangkan mobil biasanya mereka gunakan kalau mereka bepergian bersama-sama keluarga.
Berhubungan dengan kebiasaan mereka itu, bisa dibayangkan dong kalau seandainya mereka sedang bepergian, lalu tiba-tiba cuacanya berubah dengan drastis dari cerah menjadi hujan lebat, pastinya akan sangat menyulitkan mereka. Dengan menyaksikan info prakiraan cuaca terlebih dahulu, maka mereka akan dapat melakukan persiapan seperti membawa payung atau jas hujan kalau mereka akan bepergian.

Uniknya lagi, pemerintah Jepang dan unsur-unsur lainnya yang terkait, sangat peka dengan kebiasaan rakyatnya sendiri. Jepang menyadari kondisi cuacanya yang dapat berubah seketika sehingga dapat merepotkan penduduknya. Hal yang mungkin dianggap sepele oleh kita (baca: Pemerintah Indonesia), tetapi nampaknya malah menjadi perhatian bagi Jepang.

Lalu apa bentuk perhatian Jepang akan fenomena ini? Kalau teman-teman ada di Jepang, kemudian masuk ke sarana-sarana publik seperti misalnya hotel atau pusat pertokoan, maka teman-teman akan menyaksikan bahwa di semua pertokoan dan hotel akan menyediakan plastik kecil untuk kantong bagi payung yang basah. Plastik-plastik ini dibagikan gratis untuk semua pengunjung. Jadi, setiap pengunjung tidak perlu merasa repot dan terganggu dengan payung bawaan mereka yang basah setelah dipakai.

Selain itu, ada juga beberapa tempat, seperti hotel yang menyediakan “tempat parkir” payung. Bagi pengunjung yang membawa payung, ketika mereka masuk pusat perbelanjaan atau hotel, maka mereka bisa “memarkirkan” payungnya di sebuah lubang yang telah disediakan. Disediakan juga kunci khusus sehingga mereka bisa menguncinya. Pemilik payung dapat membawa kunci itu, lalu jika mereka akan kembali pulang, mereka pun dapat mengambil payung mereka tanpa khawatir tertukar dengan payung yang lain.

Nah… gimana? Menarik juga kan? Dari berbagai hal yang sifatnya kecil dan sepele itu kita bisa melihat masyarakat Jepang dapat menjadi contoh yang baik untuk ditiru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s