Nengajou dan Tahun Baru di Jepang

Tahun Baru di Jepang dirayakan pada tanggal 1 Januari setiap tahunnya. Ada beberapa hal menarik terkait dengan tradisi dan budaya orang Jepang, baik menjelang maupun ketika tahun baru.

Menjelang tahun baru, pada akhir Desember, di kota-kota besar seperti Tokyo, malam hari biasanya dihias oleh kerlap-kerlip lampu kecil yang indah. Beberapa daerah di Tokyo seperti Roppongi Hill dan Tokyo Bay bahkan terkenal dengan “Tokyo Illumination” nya, semarak kerlap kerlip lampu yang begitu indah dan menawan. Biasanya kerlap-kerlip lampu ini berwarna kombinasi biru dan putih, memberikan suasana yang romantis di malam musim dingin yang lumayan membekukan.

Pada malam sehari sebelum tahun baru (New Year Eve), biasanya anggota keluarga berkumpul dan makan malam bersama. Satu menu yang sangat khas yang selalu dimakan pada H-1 ini adalah soba (mie hitam). Sebenarnya mie ini tidaklah hitam total, melainkan berwarna agak kelabu kecoklatan dan ada bintik-bintik hitamnya. Berbeda dari udon (mie putih yang agak gemuk dan kenyal – mirip heng hwa mie) maupun ramen (mie kuning semacam mie pangsit maupun mie instant) yang terbuat dari tepung gandum (wheat), soba terbuat dari tepung soba (buckwheat). Tradisi menyantap mie soba ini melambangkan harapan agar selalu sehat dan panjang umur (seperti untaian mie soba yang panjang).

Pada tahun baru, di depan rumah-rumah juga sering terlihat dekorasi bambu, daun pinus, pita, maupun pernak-pernik lainnya. Ternyata pada hari-H (1 Januari), anak-anak di Jepang juga mendapatkan お年玉 (otoshidama), mirip angpao kalau di Indonesia. Cuma, otoshidama ini biasanya memiliki hiasan/ desain yang beraneka ragam. Penulis merasa penasaran dan mencoba mengorek info dari teman satu Lab berapa besar otoshidama yang ia terima waktu masih anak-anak. Ternyata anak-anak SD sampai SMP biasa mendapatkan 3000 atau 5000 yen (kurs 1 yen saat ini sekitar Rp.100,-). Sewaktu SMA ia menerima 10 ribu yen dan bahkan pernah 20 ribu yen waktu awal-awal masuk kuliah. Wah, lumayan juga ya!

Berbagai motif dan desain otoshidama yang ada di Jepang

Pada malam hari menjelang 1 Januari, biasanya orang Jepang juga banyak yang pergi mengunjungi kuil; dan tepat pada pukul 00.00, kuil-kuil di Jepang akan memukul/ membunyikan genta (lonceng besar yang terbuat dari logam) sebanyak 108 kali. Pada pagi hari maupun siang tanggal 1 Januari, kuil-kuil (baik kuil Buddhis maupun Shinto) juga ramai dikunjungi orang untuk berdoa dan memohon hal-hal yang baik, yang dikenal dengan sebutan hatsumode.

Selain mengunjungi kuil, pilihan lain adalah melihat sunrise (matahari terbit) pertama, baik di gunung maupun di pantai. Selain itu, banyak juga yang pergi bermain ski, memanfaatkan liburan tahun baru (liburan musim dingin).

Satu hal lagi yang menarik dari tradisi tahun baru di Jepang adalah mengirim 年賀状 (nengajou) yakni kartu ucapan selamat tahun baru. Ada banyak ragam kartu tahun baru tentunya, namun yang paling populer adalah nengajou (kartu tahun baru) dari Kantor Pos Jepang. Nengajou seharga 50 yen ini sudah termasuk perangko, dan akan dikirimkan oleh kantor pos ke rumah-rumah alamat yang dituju tepat pada tanggal 1 Januari. Setiap tahunnya, tema nengajou selalu disesuaikan dengan siklus shio (sebagai contoh Tahun Kerbau pada 2009). Uniknya lagi, tiap lembar nengajou ini ada undian berhadiahnya. Inilah cerdiknya Pos Jepang! Jadi misal Anda mendapat kiriman nengajou dari teman Anda, dan nomor undian nengajou ini memenangkan hadiah, Anda lah (si penerima) yang mendapatkan hadiah tersebut. Istilahnya, dengan konsep nengajou ini, kita bisa membawakan keberuntungan bagi orang lain (si penerima nengajou kiriman dari kita). Hadiahnya bisa berupa perangkat elektronik maupun paket tur ke luar negeri, ataupun hanya hadiah satu set perangko. Tradisi mengirim nengajou ini diperkirakan sudah dimulai sejak tahun 1949 dan saat ini tiap tahunnya Pos Jepang mencetak sekitar 4 milyar lembar kartu setiap tahunnya. Anda bayangkan saja, katakan tiap tahun cuma terjual 3 milyar lembar (1 lembar = 50 yen) (1yen = Rp.100,-), berapa laba yang bakal diperoleh Pos Jepang?!

Nengajou yang penulis terima dari teman. Perhatikan bahwa angka-angka yang tercetak pada bagian bawah sisi depan nengajou adalah nomor undian.

Demikianlah serpih gambaran kecil seluk-beluk perayaan tahun baru di Jepang. Penulis mengucapkan Selamat Tahun Baru 2010. Semoga kebaikan dan kebahagiaan selalu bersama kita semua dan semua makhluk.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s