Orang Jepang dan Agama

tulisan ini saya buat bukan berarti ingin mengekspos salah satu agama atau membuat tema sentral tentang agama yg berkaitan dengan tulisan saya ini lho…
saya tidak bermaksud membuat tulisan yg bertema SARA.
jadi saya harap anda gak salah sangka dulu sebelum membacanya.

hmmm… jadi begini…
setelah cukup lama saya mengembara dan berkeliling ke tempat2 yg ada di jepang. sepertinya muncul pikiran dalam benak saya: “rasanya orang jepang kok terkesan lebih ‘menerima’ agama kristen ya?”

saya coba telusuri dan mencari jawaban tentang fenomena yg terjadi ini. setelah cukup pusing memutar otak dan mencoba menghubung-hubungkan dari sekian pengalaman yang saya alami, akhirnya saya temukan jawabannya.

tau gak… ternyata itu bukan karena pengaruh atau esensi dari agama kristen itu sendiri. tapi lebih dikarenakan budaya masyarakat jepang yg memiliki banyak kesamaan dengan ajaran agama kristen.

sebagai contohnya, di kristen dikenal ada seorang tokoh pendeta yg sering muncul ketika hari natal. iya… itu dia kakek sinterklas. sering sekali tokoh ini digambarkan sebagai seorang kakek baik hati yang suka sekali membagi-bagikan hadiah natal kepada anak-anak.
ternyata eh ternyata… di jepang juga ada semacam tokoh yang memiliki karakter yg sama seperti sinterklas. di Jepang, ada ‘tuhan’ atau pendeta yang disebut “Hoteiosho”. ia digambarkan sebagai pria tua baik hati yang memanggul tas besar. beberapa rumor mengatakan bahwa ia mempunyai mata di bagian belakang kepalanya. penting bagi anak-anak untuk bersikap baik saat tersiar kehadiran Hoteiosho ini.

contoh lainnya, masih berhubungan dengan natal juga.
sebagaimana kita tahu, biasanya orang-orang kristen suka melakukan tukar kado ketika merayakan natal.
nah… orang Jepang tidak terlalu aneh dengan budaya ini. karena sebenarnya budaya saling tukar kado ini memang sudah menjadi budaya masyarakat Jepang sejak dahulu kala.

jadi kalau saya cermati…
sebenarnya mereka (orang jepang) banyak yg mengikuti ajaran-ajaran agama kristen sebetulnya bukan karena mereka sepenuhnya merupakan umat agama kristen. tapi lebih cenderung karena ikut-ikutan dan semua itu hanya didasari rasa ketertarikan pada tradisi negara-negara Barat aja.

sedangkan orang jepang sendiri sebenarnya tidak pernah peduli dengan agama yang sebenarnya. dan ini berlaku tidak hanya bagi agama Kristen aja. kalau saya perhatikan, masyarakat jepang nampak tidak peduli dengan agama, bahkan cenderung atheis.
jadi kalau teman-teman dapat pelajaran geografi atau sejarah dulu pas waktu sekolah yang bilang kalau agama mayoritas di Jepang itu adalah ‘Shinto/Buddha’, menurut saya itu tidak sepenuhnya benar.

ada contoh teman saya yg orang jepang asli. dia itu kalau ke kampus atau pergi kemana saja selalu memakai kalung salib. ketika natal pun dia suka bertukar kado dengan pacarnya dan keluarganya. awalnya saya kira dia adalah seorang penganut agama kristen. tapi suatu hari ketika ada perayaan matsuri di jepang yang kebanyakan memang menggunakan upacara ritual shinto, ternyata dia juga ikut-ikutan.
nah lho… bingung kan? emang saya gak pernah nanya agama dia apa. karena saya menganggap itu terlalu privasi dan mungkin bisa membuat dia merasa tersinggung. dan itu tidak hanya terjadi pada teman saya aja, tapi hampir seluruh orang Jepang seperti itu.

bagi anda yg belum pernah ke Jepang, barangkali anda juga sering melihat di televisi atau dari film-film dorama, di sana sering sekali artis-artisnya memakai simbol-simbol agama kristen seperti misalnya kalung salib. atau ketika anda nonton film anime jepang juga sering sekali ada karakter anime yg bajunya menggunakan simbol-simbol kristen.
atau bahkan jika anda pergi berjalan-jalan ke Ginza. di sana anda akan menemukan remaja-remaja jepang dengan dandanan yang luar biasa heboh dan banyak yang bajunya aneh-aneh.
jangan salah lho… walaupun mereka pakai kalung salib, bukan berarti mereka yang memakai itu beragama kristen. namun seperti yg saya bilang tadi, itu hanya karena sifat remaja-remaja jepang aja yg suka ikut-ikutan budaya barat tanpa memikirkan atau menyangkutpautkannya dengan masalah agama. karena ya itu tadi… agama buat mereka adalah bukan sesuatu yg sakral.

heran juga ya…
di tengah modernitas Jepang ternyata terjadi juga hal yg seperti itu. ckckckckck…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s