Asal Usul Daruma

kBentuknya bulat, dengan ukuran yang beragam, mulai dari sebesar kepalan tangan, hingga sebesar bola basket, dengan warna umumnya merah, putih atau hitam. Itulah , boneka keberuntungan yang paling terkenal dalam kebudayaan Jepang. Boneka yang umumnya terbuat dari bubur kertas ini (namun ada juga yang terbuat dari bahan lain, seperti: kayu, batu bara, tanah liat atau kain), tidak memiliki lengan-kaki dan mata. Bagian bawahnya dibuat lebih berat dari bagian atasnya agar setiap kali terguling, Daruma-san bisa berdiri kembali tanpa bantuan.

Biasanya Daruma dibeli di saat Tahun Baru, baik oleh pribadi maupun oleh perusahaan. Setelah dibeli, pemilik Daruma menambahkan sendiri mata kirinya sambil mengucapkan permohonan atau resolusi Tahun Barunya. Ketika permohonannya terkabul atau resolusinya terlaksana, barulah mata kanan Daruma ditambahkan. Makanya, jangan heran kalau melihat Daruma yang matanya hanya sebelah. Itu berarti permohonan atau resolusi si pemilik belum terlaksana. Hingga kini, tradisi membeli daruma pada awal tahun tetap dijalankan banyak warga Jepang. Bahkan sampai para politikus Jepang pun kerap terlihat memiliki Daruma. Saat ia memasuki masa kampanye, mata kiri Daruma ditambahkan, lalu saat ia menang dalam pemilihan, mata kanan Daruma pun digambar. Jika dalam 1 tahun, Daruma tersebut tak bertambah matanya (keinginan sang pemilik belum tercapai), maka biasanya Daruma-san ini akan dibawa ke kuil untuk ‘dikremasikan’. Lalu sebagai gantinya, sang pemilik akan membeli yang baru dan memberi mata kiri pada Daruma barunya, sambil memperbaharui resolusinya.

Walaupun mayoritas Daruma mengambil sosok lakilaki, ada juga yang membuat Daruma dengan sosok perempuan yang disebut Hime Daruma, yang artinya ‘Putri Daruma’. Hime Daruma yang berasal dari Ehime Prefecture adalah yang paling terkenal kecantikannya. Biasanya Hime Daruma berwarna merah dan memiliki hiasan cat warna emas di sekujur tubuhnya, seolah ia mengenakan gaun merah-emas. Dan ada 3 lingkaran emas pada dadanya yang menggambarkan permata. Ini terkait dengan keberadaan 3 kerajaan Korea masa lalu: Paekche, Koryo dan Silla.

Kata ‘Daruma’ sendiri sebenarnya berasal dari nama ‘Bodhidharma’, pertapa dari India yang kemudian dijuluki ‘Bapak Buddhisme Zen’ yang hidup di abad ke-5. Menyebar dari China, ajaran beliau tiba di Jepang pada zaman Kamakura (1185-1333) dan langsung naik daun di kalangan para samurai. Sampai sekarang, banyak legenda yang menceritakan awalikhwal kenapa boneka Daruma tak memiliki lengankaki dan mata. Ada yang bilang, Bodhidharma marah pada dirinya sendiri karena tertidur saat bermeditasi sehingga beliau memutuskan untuk memotong lengan-kaki dan mencungkil matanya sendiri. Ada juga cerita yang mengatakan, saking serius dan lamanya Bodhidharma bermeditasi (hingga genap 9 tahun!), lengan-kaki dan matanya yang telah lama tak berfungsi ‘terlepas’ dengan sendirinya dari tubuhnya, dan kelopak matanya yang lepas itu merupakan awal penciptaan dari daun teh.

Pada tahun 1697, Biksu Shinetsu mendirikan Kuil Daruma di Takasaki, Perfektur Gunma, Jepang. Biksu itu juga yang pertama kali membuat boneka Daruma dan menjualnya sebagai pembawa keberuntungan bagi masyarakat. Saat ini, setiap tanggal 6 dan 7 Januari, diadakan Festival Daruma di Kuil Daruma, di mana 80% dari jutaan Daruma diperjual-belikan dan nantinya disebarkan ke seluruh penjuru Jepang. Kamu tahu nggak, sebenarnya masih ada 7 kuil lain yang kesemuanya dikenal sebagai “Delapan Kuil Daruma”? Mungkin yang paling ngetop adalah Kozenji di Kamitonda, Prefektur Wakayama. Di sana terdapat patung Daruma yang dibangun pada tahun 1973 dan terbuat dari pasir yang diambil dari bekas situs Perang Dunia II. Patung berwarna putih yang dikelilingi kebun tempat bunga azalea bermekaran itu dibangun sebagai doa untuk perdamaian di dunia.

Daruma juga dianggap sebagai simbol perjuangan yang tak mengenal kata menyerah. Coba saja kamu gulingkan sebuah Daruma. Meskipun terguling, pasti Daruma-san akan kembali berdiri tegak pada akhirnya. Ini dijadikan pelajaran untuk mengingatkan seseorang bahwa dalam hidup kita harus selalu berjuang, dan tak mudah menyerah. Sekalipun kita sering ‘jatuh’ atau ‘terguling’, kita harus bangkit dan bangkit kembali! Pelajaran ini juga diambil dari kisah perjuangan Biksu Ganjin dari China yang berusaha berkali-kali untuk mencapai daratan Jepang. Baru pada usaha ke-6 kali, biksu ini berhasil mendarat di Jepang dan menyebarkan ajaran Budha. Meskipun untuk itu ia harus membayar mahal dengan kehilangan penglihatannya.

Belakangan ini, Daruma dibuat dalam macam-macam versi dengan lambang yang berbeda juga. Buat yang suka barang-barang lucu, ada Daruma versi Doraemon dan Hello Kitty. Lalu, Gôkaku Daruma untuk mereka yang berharap lulus ujian, boneka Daruma berwarna putih yang sering dijadikan hadiah
pernikahan, atau bahkan banyak Daruma yang dibuat sangat kecil sehingga bisa dijadikan handphone strap atau gantungan kunci! Nah, kalau kamu suka dengan bentuknya yang bulat, atau ingin selalu diingatkan agar tak mudah pantang menyerah, atau mungkin ingin membuat resolusi khusus pada awal tahun nanti, tak ada salahnya kamu membeli sang Daruma-san yang ‘bermental baja’ ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s