Sushi dan Macam-Macam Jenisnya

Sushi dikenal sebagai makanan tradisional Jepang, namun konon katanya Sushi sebenarnya dibawa sejak ribuan tahun yang lalu dari Asia Tenggara. Pada mulanya, Sushi merupakan makanan berupa ikan, daging dan kerang yang difermentasikan dengan cara direndam dalam garam dan tidak menggunakan nasi.

Karakter kanji untuk Sushi adalah tulisan yang hanya diambil bunyinya. Tulisan sebenarnya adalah tulisan yang berarti makanan yang asam. Oleh karena di kemudian hari dibuat dengan menambahkan nasi, lalu disebut “Narezushi”.
Setelah itu, muncul “Hakozushi” dan “Oshizushi” yang menjadi aliran utama di Kansai. “Nigirizushi” yang juga disebut “Edomaezushi” lahir pada zaman Edo. Sushi yang bisa dibuat segera dengan menambahkan cuka pada Nigirizushi disebut “Hayazushi”, mungkin pada masa itu seperti makanan yang pada zaman sekarang ini disebut makanan siap saji alias fast food.

1) Nigirizushi

Kepalan nasi yang disebut Shari atau Shimeshi (campuran nasi, cuka, garam serta gula) dengan Neta (irisan ikan) dan Wasabi yang diletakkan di atasnya merupakan model sushi pada umumnya. Neta kebanyakan adalah irisan ikan laut mentah, selain itu ada juga yang direbus maupun dibakar. Tamagoyaki (telur dadar) bisa juga diletakkan di atas shari, atau nori (rumput laut) yang digulung pada sumesushi. Namun yang paling penting adalah menggunakan ikan yang masih segar. Ikan yang digunakan bagian tubuhnya menjadi neta adalah maguro (tuna), tai (kakap), sake (salmon), ika (cumi-cumi), ebi (udang) dan lain-lain.

2) Hakozushi (Oshizushi)

Hakozushi dibuat dengan cara memasukkan bahan seperti nasi, ikan dll. ke dalam wadah berbentuk segi empat dan kemudian dipadatkan sampai penuh. Ketika tiba waktunya makan, sushi tersebut dikeluarkan dari wadahnya, dipotong-potong kemudian disajikan.


3) Chirashizushi


Nasi cuka (Shari) yang tidak dipadatkan dan di atasnya diletakkan ikan, telur goring, dan lain-lain. Umumnya makanan ini dibuat dalam rumah tangga dan disajikan pada saat perayaan atau pesta.


4) Makizushi


Nasi cuka (shari) yang ditebarkan rata di atas selembar nori (rumput laut), lalu ikan atau potongan telur dadar, ketimun, dll ditaruh di salah satu ujung tebaran shari, kemudian digulung. Ada dua jenis makizushi yaitu futomaki dan hosomaki. Futomaki menggunakan telur, shiitake (jamur), kampyou (sejenis kulit biji bunga yang dikeringkan), dan mitsuba (sejenis dedaunan) sebagai isi. Sedangkan isi hosomaki hanya sedikit yaitu maguro (ikan tuna), kyuri (ketimun) dan lain-lain.

5) Inarizushi

Nasi cuka (Shari) yang dipadatkan dan dibungkus dengan abura age (kulit tahu goreng berbentuk kantung segitiga yang direbus dengan shoyu). Kata Inari sendiri konon berasal dari makanan kesukaan rubah penjaga kuil Inari yaitu abura age.

6) Temakizushi

Sushi yang biasanya dikonsumsi oleh keluarga di Jepang. Orang yang makan sushi ini masing-masing memegang nori (rumput laut) berbentuk segi empat sama sisi dengan ukuran 15 cm yang digulung menyerupai kerucut, lalu mengisi nasi cuka (shari) dan gu (lauk) yang disukai ke dalam kerucut nori tersebut. Gu (lauk) bisa berupa sashimi, natto, tuna kalengan maupun sayur-sayuran. Untuk sausnya tidak hanya shoyu saja, tetapi ada juga yang menggunakan mayonnaise.

Demikianlah, sushi telah mengalami evolusi sehingga semakin bervariasi. Setiap daerah memiliki variasi sushi tersendiri. Ada sushi yang disantap dalam suasana formal, ada juga sushi yang bisa dinikmati dengan santai bersama keluarga di rumah. Sushi sudah melanglang buana ke luar negeri, hingga lahir jenis sushi baru yaitu California maki. Sekarang sushi bisa dinikmati di seluruh dunia. Seiring dengan perkembangan zaman, muncullah kaitenzushi yaitu sushi yang disajikan di atas ban yang berputar dan pembeli yang duduk di sepanjang counter di situ bisa langsung mengambil sushi yang disukai. Sushi pun sudah bisa dibuat dengan mesin. Mulai saat ini, sushi tentu akan berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Minna-san, sushi seperti apa yang ingin Anda coba?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s