Kamen Rider Faiz dan Bilangan Fibonacci

ulisan ini ditulis oleh seorang pelajar yang sedang berusaha untuk menyukai mendalami mata kuliah yang diambilnya.

Monumen Fibonacci
Monumen Fibonacci

Pada suatu siang, dosen yang sedang mengajar kelasku sedang bercerita tentang bilangan Fibonacci. Bilangan Fibonacci adalah sebuah barisan bilangan di mana baris selanjutnya adalah hasil dari penjumlahan dua buah bilangan sebelumnya. Atau dengan kata lain bilangan ke-n atau F(n) adalah hasil dari F(n-1) + F(n-2). Bilangan pertama dan kedua biasanya diinisialisasi dengan 0 dan 1, walau bukan suatu keharusan. Contoh dari bilangan Fibonacci dengan inisialisasi 0 dan 1 adalah sebagai berikut:

0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, …, dst.

Di dalam batas kesadaran yang mulai menghilang, telingaku samar mendengar bapak tersebut menyebut sebuah kata, faiz. FAIZ?? Kesadaranku seketika pulih. Ketika mendengar kata Faiz, otakku segera mengasosiasikannya dengan salah satu jagoan dunia televisi, Kamen Rider Faiz. Apakah ada yang salah dengan asosiasiku? atau karena aku yang kurang berkonsentrasi?

Kamen Rider Faiz adalah salah satu tokoh dalam seri televisi Kamen Rider 555. Seri ini ditayangkan di Jepang pada medio 2003-2004. Bagaimana cerita lengkap mengenai Kamen Rider Faiz? Terus terang aku belum pernah menontonnya, jadi tidak bisa bercerita lebih banyak mengenai hal ini.

Lalu apa hubungannya Kamen Rider Faiz dengan bilangan Fibonacci?

Di papan tulis, rupanya kata faiz digunakan bapak tersebut untuk menyebut sebuah lambang. Lambang tersebut adalah c7c24a63210a2d7a68ca205e55f47391, atau biasa disebut juga sebagai phi(cd014731964c742c274df08d7cc238fb). Lambang inilah yang menghubungkan antara Kamen Rider Faiz dan bilangan Fibonacci.

Salah satu penggunaan lambang phi adalah untuk melambangkan Golden Ratio. Golden Ratio adalah sebuah konstanta matematika irrasional dengan nilai mendekati 1.6180339887, atau lebih tepatnya:

30ff36a6f91b36b0941d4ab16a627fee

Angka ini rupanya adalah angka yang unik dan misterius sehingga menarik banyak peneliti selama 2400 tahun untuk menyelidikinya (Wikipedia).

Untuk kasus bilangan Fibonacci, Golden ratio dapat digunakan untuk mengetahui bilangan ke-n. Jika bilangan Fibonacci ke-n adalah F(n), maka:

ae1ec3146eb62f835be5de8b0b915b76

F(n) adalah bilangan pembulatan ke bawah dari rumus tersebut. Mengapa menggunakan cara ini daripada cara sebelumnya ? Cara ini ternyata memiliki waktu komputasi yang lebih cepat secara asimptotik daripada cara sebelumnya. Penghitungan dengan cara sebelumnya, yaitu F(n) = F(n-1)+F(n-2), jika dikerjakan menggunakan algoritma divide and conquer memiliki running time Θ(n). Sedangkan menggunakan Golden Ratio, running time dapat dipercepat menjadi Θ(lg n). Namun, penghitungan dengan menggunakan Golden Ratio tidak dapat diandalkan (unreliable) karena kemungkinan terjadinya kesalahan saat pembulatan.

Pada Kamen Rider Faiz? Setiap Kamen Rider biasanya memiliki lambang dan model pakaiannya sendiri-sendiri. Hal tersebut dimaksudkan untuk mencirikan Kamen Rider satu dengan yang lainnya. Pada Kamen Rider Faiz, phi digunakan sebagai lambang dan bahan untuk model pakaian si Kamen Rider.

Hal ini juga yang membuatku berpikir, mungkinkah penggunaan lambang ini juga dimaksudkan untuk menarik penonton anak-anak untuk belajar matematika? “Ah itu kan hanya pikiranmu saja..”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s