Pemilihan Rumah

oh iya, dalam tulisan ini saya menggunakan kata ”rumah” dalam pengertian yang luas, termasuk didalamnya apartment, mansion, rumah teras, dsb, bukan hanya sebuah rumah (ikkodate) dalam pengertian rumah tinggal seperti yang kita jumpai di Indonesia. Selama tidak ada penjelasan lebih lanjut, berarti kata ”rumah” ini berarti tempat tinggal sewaan (bukan rumah yang dibeli) yang bisa kita temukan di Jepang.

Yang pertama kali perlu kita lakukan saat kita berencana untuk pindahan adalah pemilihan rumah. Rumah seperti apa yang ingin kita cari? Rumah bobrok juga tidak apa yang penting murah? Rumah yang agak mahal juga tidak apa yang penting dekat dengan stasiun? Bagaimana caranya memilih rumah? Berikut adalah tahapan-tahapannya.

A) Tentukan syarat,dan keadaan rumah idaman sebanyak-banyaknya.

Banyak yang mengira bahwa syarat yang banyak akan menyulitkan dalam pemilihan rumah. Tapi menurut pengalaman saya hal ini tidak sepenuhnya benar. Bahkan syarat yang banyak dapat mempersingkat penentuan rumah yang kita cari. Karena dengan adanya syarat ini, pada saat kita pergi ke agen real estate dan berbicara dengan mereka kita bisa menjabarkan rumah idaman kita. Dan kalau kita akhirnya harus menentukan rumah dari beberapa pilihan, kita tinggal menghitung saja rumah mana yang lebih banyak memenuhi syarat kita. Jadi keluarkan secarik kertas, mulailah berimajinasi tentang rumah idaman anda, dan tulislah.

B) Berikan prioritas pada setiap syarat

Setelah menuliskan syarat-syarat rumah idaman, berikan (nilai) prioritas pada setiap syarat tersebut. Salah satu tingkatan prioritas yang saya gunakan adalah seperti dibawah ini..

* Harus terpenuhi (Primer)
* Lebih baik terpenuhi (Sekunder)
* Kalau terpenuhi (Tersier)

Karena tentu saja kenyataan tidak selalu seindah idaman kita, dan mungkin ada trade off yang harus kita lakukan dalam pemenuhan syarat-syarat rumah idaman

C) Yang biasa menjadi syarat memilih rumah :

Apa saja sih yang bisa kita gunakan sebagai syarat dalam pemilihan rumah ? beberapa saya angkat dibawah ini.

1. Range Biaya

Ini mungkin yang paling penting. Karena seberapapun banyaknya syarat yang lain terpenuhi, tapi kalau anda tidak mampu untuk membayar sewanya, percuma saja bukan? Di Jepang ada common sense yang menyatakan bahwa range biaya untuk tempat tinggal adalah sekitar 1/3 dari pendapatan. Sedangkan untuk orang Indonesia di Tokyo yang ingin berhemat, kebanyakan memilih untuk tinggal di apartment dan penentuan rangenya sebagai berikut :

* Untuk yang Single : 30 ribu – 50 ribu yen
* Untuk yang Room Share / Keluarga : 50 ribu – 70 ribu yen.

2. Stasiun terdekat
Seperti kita ketahui, di Jepang kereta adalah alat transportasi terpenting. Dan toko-toko serta sarana prasarana penunjang kehidupan sehari-hari (seperti supermarket, bank, restoran) lebih banyak berkumpul didekat stasiun. Oleh karena itu, jarak dari stasiun terdekat ke rumah sangat menentukan harga rumah. Jarak ini biasanya diukur berdasarkan waktu (dalam menit) yang dibutuhkan untuk sampai ke rumah dengan berjalan kaki. Di agen real estate kecepatan berjalan kaki dihitung dengan 80 meter/ menit. Ini kecepatan berjalan kaki normal orang dewasa laki-laki. Jadi untuk wanita dan anak-anak dibutuhkan waktu yang relatif lebih panjang. Berikut adalah pembagian jarak yang biasanya digunakan :

* Jarak 5 – 10 menit berjalan kaki

        Masih terhitung jarak dekat, sehingga harga rumah dengan kualitas yang sama akan lebih mahal.
* Jarak diatas 15 menit berjalan kaki
Sudah termasuk ke jarak yang agak jauh. Harga rumah akan turun dan mungkin bisa dapat sampai 10 – 20 ribu yen lebih murah.
* Jarak 5-10 menit naik bus
Diatas 20 menit berjalan kaki, biasanya akan dicantumkan jaraknya dengan penggunaan bus. 5- 10 menit ini sudah termasuk jarak jauh. Harga rumah akan jauh lebih murah. Sepeda atau kendaraan sejenisnya diperlukan untuk alat transportasi.
* Lebih dari itu : Jauh… ^_^
Selain jarak ke stasiun, besarnya stasiun, jarak dari stasiun ke pusat kota (Shinjuku, Tokyo dsb), jenis kereta yang melewati stasiun, juga menentukan harga rumah.

3. Ukuran Rumah
Ada beberapa sistem yang digunakan untuk menggambarkan besarnya rumah yang kita cari. Diantaranya adalah

* Sistem L-D-K

Ini adalah sistem ukuran rumah dengan menyatakan jumlah ruangan penunjang selain kamar dan kamar mandi.
L = Living (Ruang Keluarga)
D = Dining (Ruang Makan)
K = Kitchen (Dapur)
Misal : Sebuah rumah berukuran 2LDK, berarti rumah tersebut terdiri dari 2 buah kamar ditambah 1 ruang keluarga, 1 ruangan dapur dan 1 ruang makan (biasanya menjadi satu dengan dapur). Yang perlu diingat adalah, dalam sistem ini tidak ada batasan pasti berapa besar ruangan yang disediakan, jadi bisa saja sama-sama dinyatakan sebagai ukuran 2-LDK, namun rumah yang satu lebih besar dari yang lain.

* Ukuran tatami
Tatami adalah tikar bambu tebal khas jepang yang biasa digunakan pada rumah gaya jepang. Tatami ini berbentuk persegi panjang, dan walaupun ukurannya berbeda-beda namun ukuran standarnya adalah. sekitar 91 cm x 182 cm per lembar tatami. Di Jepang bisanya satu ruangan diukur dengan menggunakan tatami. Misal : 3 tatami, 4,5 Tatami, 6 Tatami. (Catatan : pada saat menunjukkan luas ruangan, tatami dibaca sebagai “jyo”)

* Skala Metrik
Selain dengan ukuran LDK, dan tatami, skala metrik (meter persegi) juga tetap digunakan, terutama untuk merujuk pada luas keseluruhan rumah. Pada akhirnya ukuran metrik inilah yang menentukan harga sewa dari sebuah rumah.

4. Kualitas Rumah
Hal lain yang bisa kita jadikan syarat dalam mencari rumah adalah kualitas rumah tersebut. Pembagian kualitas rumah ini bisa dibagi berdasarkan hal berikut :

* Bahan dasar pembuat rumah :
Walaupun rumah di jepang (dindingnya) biasanya berbahan dasar kayu, namun ada juga yang menggunakan besi beton ringan dan berat. Urutan kualitas bahan dasar ini adalah (dari yang paling rendah) : Kayu, Campuran Besi Beton, Besi beton. Kualitas rumah ini penting, terutama untuk menjaga hubungan baik dengan tetangga. Semakin baik kualitas rumah, semakin sedikit pencemaran suara yang kita berikan kepada tetangga, dan begitu pula sebaliknya.

* Ada atau tidaknya toilet dan kamar mandi pribadi :
Mungkin anda kaget, tapi…ya! di Jepang tidak semua rumah(kamar) dilengkapi toilet dan kamar mandi pribadi. Terutama apabila rumah tersebut sudah dibangun agak lama, bahkan tidak jarang yang tidak memiliki kamar mandi sama sekali (walaupun toilet tetap ada). Hal ini dikarenakan di Jepang (dahulu) ada kebiasan untuk mandi di pemandian umum. Namun saat ini hampir setiap rumah dilengkapi toilet dan kamar mandi pribadi.

Pembagian kualitas rumah ini bisa kita lihat secara mudah dari penyebutan rumah tersebut. Rumah dengan kualitas biasa (menggunakan kayu atau campuran besi beton) biasa disebut Apartment (apato), sedangkan rumah dengan kualitas yang lebih bagus (seluruhnya menggunakan beton) biasa disebut Mansion.

5. Posisi rumah dan cahaya matahari
Di negara yang memiliki 4 musim seperti Jepang, posisi rumah sangat penting sebagai salah satu syarat pencarian rumah. Rumah dengan posisi menghadap selatan, biasanya lebih banyak peminatnya dibanding rumah yang menghadap utara. Ini dikarenakan rumah yang menghadap selatan akan mendapatkan cahaya matahari lebih banyak pada musim dingin, dan mendapatkan cahaya matahari lebih sedikit pada musim panas (yang tentunya berkebalikan dengan rumah yang menghadap utara). Ini bepengaruh pada suhu rata-rata rumah, yang pada akhirnya akan berpengaruh pada penggunaan listrik untuk mengatur suhu rumah tersebut.

Selain posisi rumah, kita juga harus memastikan bahwa seluruh ruangan dalam rumah tersebut mendapatkan cahaya matahari yang cukup (tidak terhalang bangunan lain dsb). Karena kadar kelembaban di Jepang pada musim panas akan menjadi sangat tinggi, dan apabila kekurangan cahaya matahari, kelembaban dapat menyebabkan rumah tersebut mudah berjamur yang tentunya tidak baik untuk kesehatan.

6. Keadaan sekitar rumah
Keadaan sekitar rumah bisa menjadi syarat yang kita gunakan untuk mencari rumah. Berdasarkan pengalaman, keadaan lingkungan di dekat stasiun mungkin cocok untuk mereka yang single, karena praktis dan banyak pusat perbelanjaan, restoran, bank serta prasarana lainnya. Namun di stasiun tidak sedikit juga tempat perjudian, game center, bar dan pub serta fasilitas lainnya yang mungkin kurang kondusif untuk pendidikan anak. Dilain pihak, tempat yang agak jauh mungkin tidak terlalu praktis, dan kurang lengkap secara fasilitas. Namun biasanya lingkungannya lebih tenang dan dikelilingi taman, sekolah dsb. Sehingga cocok untuk mereka yang sudah berkeluarga dan memiliki anak.

Demikian beberapa persyaratan yang bisa digunakan dalam memilih rumah di Jepang. Setidaknya hal-hal inilah yang saya terapkan dalam mencari rumah idaman saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s