Sebelum berangkat ke Jepang, apa saja yang harus dipersiapkan untuk dibawa?

Berangkat ke Jepang berarti kita akan dihadapkan pada lingkungan yang baru, iklim yang baru, dan bahasa yang berbeda, oleh karena itu perlu persiapan yang matang dan pengetahuan tentang lingkungan baru anda nantinya. Baiklah anggap saja, saat ini tinggal beberapa minggu lagi anda berangkat ke Jepang untuk melanjutkan studi anda, maka ada baiknya anda perlu mempersiapkan beberapa hal berikut untuk dibawa ke Jepang:

Dokumen

  1. Berkas asli Admission Letter atau Official Letter of Acceptance dari universitas yang dituju. Ada kemungkinan dokumen ini akan ditanyakan pada saat melapor diri di KBRI, atau mungkin juga ditanyakan oleh sensei kita.
  2. Passpor (bahasa jepangnya: pasupoto, jangan sampai keliru dengan phas photo lho Smile) : paspor biru bagi yang PNS dan paspor hijau bagi non PNS. sebelum mendapatkan kartu gaikokujin torokusho atau allien card anda harus membawa paspor anda sewaktu anda bepergian kalau tidak ingin berurusan dengan kepolisian Jepang jika anda berpapasan dengan anggota polisi. Paspor ini juga akan ditanyakan di bandara pada saat pertama kali kita mendarat di jepang, diminta juga pada saat lapor diri di KBRI tokyo dan lain-lain.
  3. Visa: sebetulnya Visa melekat pada paspor kita, jadi dengan membawa paspor berarti juga membawa visa.
  4. Surat Tugas dari Sekretariat Negara: bagi yang statusnya PNS, yang artinya kedatangannya ke Jepang dengan menggunakan paspor biru biasanya mendapatkan juga Surat Tugas dari Sekretariat Negara yang diperoleh bersamaan dengan dokumen paspor biru kita. Surat ini mutlak untuk dibawa, karena akan ditanyakan juga di KBRI sewaktu melaporkan diri.
  5. Foto: Dalam hal ini foto yang dimaksud adalah foto formal untuk urusan dokumen. Sebaiknya menyediakan beberapa foto berwarna dari tanah air. Foto diperlukan dalam pengurusan berbagai keperluan administrasi kependudukan maupun administrasi universitas. Ada beberapa standar ukuran foto di jepang yang cukup aneh menurut kita, jadi sebaiknya persiapkan beberapa lembar foto dengan ukuran-ukuran yang sesuai permintaan pihak administrasi setempat. Beberapa ukuran foto tersebut antara lain 25 mm x 35 mm; 45 mm x 45 mm dan lain-lain. Menurut pengalaman saya dulu, pihak Universitas melalui sekretaris sensei kita memberitahukan ukuran foto yang harus dibawa.  Anda pun sebetulnya bisa menggunakan mesin foto otomatis yang tersedia di beberapa lokasi umum dan dekat stasiun-stasiun kereta Jepang jika ternyata lupa membawa foto ini, namun harganya cukup mahal bila dibandingkan dengan harga jasa foto di Indonesia.
  6. KTP dan atau SIM: KTP atau tanda pengenal diperlukan pada saat anda berada di bandara menuju jepang, pada saat mengunjungi KBRI dan lain-lain. Jika kita ingin berkendara motor atau mobil selama di Jepang, kita juga bisa menggunakan SIM indonesia untuk didaftarkan lisensi mengemudi tanpa harus ikut test. Untuk SIM asing yang diakui di Jepang disyaratkan sudah dimiliki setidaknya satu tahun sebelum keberangkatan ke Jepang, dengan asumsi pemilik SIM tersebut telah memiliki pengalaman mengemudi satu tahun.
  7. Bagi yang berkeluarga dan berkeinginan untuk mengajak keluarganya ke Jepang jangan lupa membawa dokumen asli surat nikah dah akta kelahiran anak. dokumen ini diperlukan untuk mendaftarkan Certificate of Eligibility (surat ijin untuk tinggal di Jepang) yang merupakan syarat mutlak bagi siapa saja yang hendak tinggal di jepang.
  8. dokumen penting lainnya, yang menurut anda penting untuk dibawa

Obat-obatan

untuk obat-obatan sebaiknya membawa hampir seluruh jenis obat-obatan komersial dari Indonesia yang biasa anda konsumsi mulai dari minyak angin, balsem, obat batuk, obat maag, obat sakit mata, obat diare, obat sakit kepala dan lain-lain. Mengingat bahwa biaya berobat di Jepang sangat tinggi dan kartu asuransi kita baru kita terima setidaknya dua  atau tiga minggu sejak kedatangan di jepang. Dan kenyataan itu terbukti, sesuai pengalaman saya, pada saat kondisi saya kurang sehat saya tinggal mengambil beberapa obat yang diperlukan tanpa perlu bersusah payah membeli obat di toko obat jepang yang harganya sangat mahal.

Bumbu Instant dan Kue kering

Kerinduan akan masakan Indonesia tentu saja merasuki siapa saja, ketika seseorang berada di luar negeri pada rentang waktu yang cukup lama. Betapapun bencinya akan suatu masakan tertentu, kita bisa menangis haru kalau ada teman yang memberi masakan itu selang beberapa lama kita tinggal di jepang, apalagi makanan favorit kita Smile. Untuk itu sebaiknya membawa pula bumbu instant yang setiap saat bisa mengobati kerinduan pada masakan Indonesia. Ada banyak sekali bumbu instant yang bisa anda bawa dari Indonesia misal bumbu rendang, bumbu opor, bumbu soto, bumbu kare, bumbu pecel dan lain sebagainya. Bumbu-bumbu tersebut sebetulnya bisa juga anda peroleh di toko-toko halal yang ada di Jepang, tetapi dengan harga 5- 10 kali lipat harga bumbu instant di Indonesia. Bagi anda yang suka masakan pedas dan berkeinginan memasak sendiri selama di Jepang, sebaiknya membawa pula cabe kering (cabe dijemur sampai kering) untuk setidaknya beradaptasi dengan masakan jepang yang tidak pedas sama sekali. Disamping bumbu instant, anda perlu juga membawa kue kering atau kue yang lain yang bisa bertahan cukup lama cukup untuk meredam rasa rindu dengan kue khas indonesia. Sebetulnya di Jepang kue dengan rasa yang lezat juga melimpah ruah, tetapi harganya tentu saja selangit bila dibandingkan dengan harga di indonesia bisa 5 kali lipatnya.

Pakaian

Jepang merupakan negara sub-tropis yang memiliki 4 musim yang berbeda. Temperatur rata-rata pada saat musim gugur dan musim semi adalah 10-20 derajat c, pada saat musim dingin suhu berkisar antara -10 sampai dengan 10 derajat c, dan musim panas antara 20 sampai dengan 35 derajat c. Kondisi cuaca di Jepang memang tergantung lokasi geografisnya  Jepang di wilayah utara (Hokkaido) relatif lebih dingin dibanding di wilayah selatan (Osaka, Kyusu). Mahasiswa asing umumnya datang pada awal semester baru (awal musim semi atau musim gugur) dimana suhunya berkisar 10-23oC. Dengan kondisi musim yang demikian bervariasi, sebaiknya mempersiapkan pakaian untuk musim dingin, musim semi, musim panas dan musim gugur.

Buku

Buku-buku seperti buku-buku belajar bahasa Jepang, kamus Jepang sepertinya perlu untuk dibawa. Buku pelajaran menurut pengalaman saya justru tidak diperlukan karena kita lebih sering akan mengakses bahan bacaan dari internet. pada saat perkuliahan dilaksanakanpun, para sensei biasanya membagikan foto-kopi bahan ajarnya ke mahasiswa.

Perlengkapan Ibadah

Bagi anda yang beragama Islam tentunya perlu membawa perlengkapan ibadah. Persiapkan mental anda, bahwa di Jepang anda tidak akan dengan mudah menemukan masjid untuk tempat sholat lima waktu. Teruma jika anda nanti sedang berwisata, berarti anda akan sholat di tempat-tempat umum seperti lapangan, atau di lorong-lorong sepi, atau bahkan dapur jadi bawalah perlengkapan sholat yang praktis seperti sajadah yang ringan, bagi muslimah sebaiknya juga membawa rukuh yang praktis untuk dibawa kemana-mana. Mengingat lokasi geografis Jepang berbeda dengan lokasi geografis tanah air, tentu saja arah kiblat juga berbeda, dengan demikian keberadaan kompas juga sangat diperlukan untuk membantu mengetahui arah kiblat yang benar.

Uang saku

Besarnya uang saku tergantung kondisi dan keperluan masing-masing selama di Jepang. Menurut pengalaman saya, sebaiknya anda mempersiapkan minimal 100 ribu yen (kurang lebih setara dengan Rp 10jt) untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru anda.  Saya waktu itu membawa 50.000 Yen, dan merasa kelabakan untuk mengatur uang tersebut sampai saya bisa mengambil uang di bank 3 minggu kemudian. Sungguh pengalaman yang tidak mengasyikkan, bukankah kita juga ingin menikmati hidup sejak hari-hari pertama tinggal di Jepang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s