Design Seksi Gadis dan Abg Jepang Yang Lagi Trend

Para designer Jepang memang sangat kreatif dalam menciptakan design untuk para gadis dan abg agar tampil lebih seksi, menggiurkan dan memanjakan mata para laki-laki :).

Saat ini para gadis dan abg jepang sedang keranjingan dengan model pakaian dan celana yang dapat memperlihatkan bentuk tubuh dan bokong-nya atau apalah namanya….mungkin sebut saja model melon all in one   :) ….bingung mau tulis apa, karena lebih baik liat saja foto-foto para gadis dan abg Jepang  yang seksi, montok, dan mungkin menggairahkan ini ….  :)

Red Melon Model

image0013

image0022

GREEN MELON MODEL

image0062

BLUE MELON MODEL

image007

BOWLING MELON MODEL

image014

AND

MELON ALL IN ONE MODEL

image013

image0081

image0052

Ada-Ada Saja

:D

Trend Fashion di Jepang

Kalau jalan-jalan ke jepang pemandangan seperti ini nih yang sering terlihat dijalan. Catwalk berjalan, man.
Dari perempuan mpe laki-lakinya semuanya fashionable banget.
Nih dikasih lihat gambar-gambarnya siapa tahu bisa memberikan inspirasi dalam bergaya biar casual dan trendy ala jepang.

Halaman ini juga berkaitan dengan : Gaya busana, Harajuku, gaya berbusana harajuku, contoh gaya harajuku, Japan fashion, Japan Fashion Pictures, Japan Fashion Street, Mode berpakaian wanita jepang, Mode berpakaian pria jepang

Batik dan Kimono Menyatukan Indonesia dan Jepang


Batik dan kimono kiranya sanggup menalikan Indonesia dan Jepang karena kedua kain itu merupakan kebanggaan sekaligus identitas masing-masing negara.

Karena pertalian itu pula, pameran bertajuk Indonesia-Jepang: Jalinan Dua Negara, Mengangkat Tradisi Warisan Leluhur digelar di Museum Tekstil, di Jalan Aipda K Sasuit Tubun, Jakarta, tanggal 7-13 Desember 2009.

Sejumlah koleksi batik dan kimono dipamerkan di ruang utama. Batik yang dipajang mulai kain panjang pagi-sore pekalongan, batik keraton, sampai aneka rancangan batik masa kini dari sejumlah desainer ternama Indonesia.

Batik yang dipajang sebagian sudah tua. Koleksi keraton yang ditampilkan ada yang diciptakan pada abad ke-17 atau pada masa Sultan Agung, seperti batik yang dikenal dengan nama Semen Huk. Batik motif semen yang juga bermotif non-geometris ini merupakan akulturasi budaya Jawa, Hindu, serta Islam.

Kain panjang pagi-sore pekalongan, misalnya, kerap dipakai ibu-ibu di pesisir pantai utara pada era penjajahan dulu. Kain dengan dua motif ini bisa dipakai untuk pagi dan sore hari dengan gambar yang berbeda. Motif ini menjadi solusi yang baik di tengah zaman yang sulit sekitar tahun 1940.

Jepang juga tidak kalah eksotik. Beragam koleksi kimono serta teknik pembuatan kain dipamerkan. Aneka kimono itu ada yang khusus digunakan untuk perempuan yang masih lajang dan ada yang dipakai saat pernikahan. Motif pada kimono membedakan peruntukan penggunaan kimono itu. Kimono dibuat dengan beragam teknik, seperti tenun, border, dan lukis.

Teknik pembuatan kain dari serat pisang juga sudah dikenal sekitar abad ke-13 di Okinawa dan sering disebut Basho-fu. Kain serat pisang ini digunakan untuk pelbagai kebutuhan, termasuk untuk sarung bantal.

Ada pula sekitar 70 potong kain tenunan seperti lurik yang dikenal dengan sebutan Shimagara. Teknik tenunan ini sudah berusia puluhan tahun.

Ada juga sebuah hiasan dinding di atas kain sutra berukuran 6,5 meter x 3 meter, dibuat dengan teknik semacam jumputan. Hiasan bertajuk Bunga Sakura di Malam Hari yang Diterangi Cahaya Obor itu menggambarkan dahan pohon sakura dilihat dari bawah pohon. Karya lain diberi judul Gozan, menggambarkan pegunungan dengan bulan di antaranya. Keduanya merupakan koleksi Kyoto Shibori Kougeikan.

Saling memperkaya

Guru besar Fakultas Ilmu Politik dan Ekonomi Kokushikan University Jepang, Masakatsu Tozu, mengatakan, pameran ini memperkaya khazanah tekstil di dunia. ”Silakan saja pengunjung belajar seluruh motif, teknik, dan gagasan dari batik atau kimono yang dipamerkan. Siapa tahu ada motif baru yang lahir dari percampuran batik dan kimono ini,” tutur Tozu.

Masyarakat Jepang, menurut Tozu, amat mengenal batik. Ia mengaku punya koleksi 3.500 potong kain batik, bahkan sudah terbiasa memakai batik dalam kesehariannya.

Percampuran batik terlihat pada obi—ikat pinggang untuk kimono. Sejumlah motif batik digoreskan pada obi. Karena itu, eksplorasi batik dan kimono masih terbuka lebar. Apalagi, batik telah dikukuhkan sebagai Warisan Budaya Dunia Non-Kebendaan oleh UNESCO, 2 Oktober silam. Pengukuhan ini, memperkuat pengakuan batik Indonesia di seantero sedunia.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Museum Tekstil Indra Riawan mengakui, pelaksanaan pameran ini sebagai kelanjutan dari pengukuhan batik sebagai Warisan Budaya Dunia Non-Kebendaan. (Agnes Rita Sulistyawaty)

Fashion Show Untuk Anjing

Kata orang anjing adalah teman terbaik manusia.

Di Jepang, binatang peliharaan kadang malah lebih mendapatkan perhatian daripada keluarga sendiri. Jangan heran kalau beberapa orang Jepang rela mengeluarkan uang sampai puluhan juta rupiah hanya untuk mendesign pakaian yang akan dipakai sang anjing.

 

Dan pemenangnya adalah…

jepang